Bab 3 Organisasi Berkas Sequential

Organisasi berkas sequential adalah merupakan cara yang paling dasar untuk mengorganisasikan kumpulan record-record dalam sebuah berkas. Dalam organisasi berkas sequential, pada waktu record ini dibuat, record-record direkam secara berurutan.

Record pertama ditempatkan pada posisi pertama dalam berkas, record kedua ditempatkan pada posisi kedua dalam berkas dan seterusnya. Begitu pula pada waktu pengaksesan dan pada waktu berkas ini digunakan sebagai input, record-record harus diakses secara berurutan.

Jadi dalam organisasi berkas sequential, bukan berarti bahwa record-record tersebut disimpan dalam urutan numerik. Jika kita ingin menambahkan suatu record pada berkas sequential, maka record tersebut akan terletak pada akhir berkas.

.: Keuntungan dan Keterbatasan :.

Adapun keuntungan utama dari teknik organisasi berkas sequential adalah kemampuan untuk mengakses record berikutnya secara tepat.

Sedangkan keterbatasan dari organisasi berkas sequential adalah kita tidak dapat mengakses langsung pada record yang diinginkan.

Pola Akses adalah penentuan akses berdasarkan field tertentu. Selama pola akses, berkas sequential dapat dipasangkan dengan record-record yang sudah diurut pada berkas, maka waktu aksesnya sangat baik.

Jadi kita harus menentukan pola akses terlebih dahulu, kemudian baru menentukan organisasi berkas sequential berdasarkan urutan yang sesuai dengan pola aksesnya, jangan sebaliknya.

.: Media Penyimpanan Berkas Sequential :.

Berkas sequential dapat disimpan dalam SASD, seperti magnetic tape atau pada DASD, seperti magnetic disk.

Beberapa alasan untuk menyimpan berkas sequential pada DASD :

¨      Pada umumnya komputer dihubungkan dengan sedikit tape drive, sehingga tidak cukup untuk menunjang program aplikasi yang banyak membutuhkan berkas sekuensial.

¨      Sistem yang dikonfigurasikan untuk fungsi berkas tertentu, selalu disimpan dalam disk.

¨      Karakteristik lalu lintas saluran dan kapasitas saluran pada sistem dapat dibuat menguntungkan dengan cara memisahkan berkas-berkas dalam media penyimpanan.

.: Pembuatan Berkas Sequential :.

Pembuatan berkas sequential meliputi penulisan record-record dalam serangkaian yang diinginkan pada media penyimpanan.

Pembuatan berkas transaksi sequential meliputi tugas-tugas:

  • Pengumpulan data
  • Perubahan data dalam bentuk bahasa yang dapat dibaca oleh mesin
  • Pengeditan data
  • Pemeriksaan transaksi yang ditolak
  • Penyortiran edit data

.: Pembuatan Berkas Laporan :.

Dalam pembuatan berkas laporan sequential dikenal 3 jenis record :

1)      Header Record

Mencakup report header, page header dan group header. Dikenal sebagai informasi pengenal (Identifying Information).

2)    Detail Record

Mencakup isi laporan yang umumnya disusun dalam kolom.

3)    Footer Record

Mencakup report footer, page footer dan group footer. Dikenal sebagai informasi ringkasan (Summary Information).

.: Retrieval Terhadap Berkas Sequential :.

Record pada berkas sequential di retrieve secara berurutan. Urutan dimana record tersebut ditulis pada berkas menentukan urutan dimana record tersebut di dapat kembali.

Retrieve dari sebuah berkas dapat dibagi 2, yaitu :

Report Generation dan Inquiry, yang bergantung pada jumlah data yang dihasilkan.

Pada umumnya berkas sequential diakses dalam model report generation. Karena record-record harus diakses secara berurutan, tentunya lebih efisien mengakses setiap record dari berkas tersebut.

Inquiry dari berkas sequential mengalami hambatan, karena organisasi berkas ini memerlukan pengaksesan record secara satu persatu. Namun ada inquiry yang memerlukan pengaksesan semua record dari berkas.

Hit Ratio

Banyaknya record yang harus diakses untuk mendapatkan informasi yang diinginkan dibagi dengan banyaknya record dalam berkas tersebut .

.: Update Terhadap Berkas Sequential :.

Telah kita ketahui bahwa master file berisi data yang relatif tetap. Tetapi kadang-kadang kita perlu mengadakan perubahan pada berkas tersebut. Hal ini kita sebut sebagai proses Update.

Frekuensi dimana sebuah master file harus di-update bergantung pada faktor-faktor :

  • Tingkat perubahan data
  • Ukuran dari master file
  • Kebutuhan yang mendesak dari data yang sedang berjalan pada master file
  • File activity ratio

.: File Activity Ratio :.

Banyaknya record pada master file yang di-update dibagi dengan banyaknya record pada master file.

Contoh :

Transaction
101 Bimo 75
102 Amalia 70
103 Seno 60
Master File
101 Bimo Jl. A 50
102 Seno Jl. C 30
103 Henni Jl. Z 50
104 Pandu Jl. D 70

File Activity Ratio = (1 + 1) / 4 = 0.5

  • Semakin tinggi file activity ratio, semakin lama proses peng-update-an master file.
  • Semakin tinggi kebutuhan akan data yang baru pada master file, maka semakin sering file tersebut diakses.
  • Semakin sering master file di-update, semakin tinggi biaya pemrosesannya.

.: Generation File :.

Selama next cycle pada proses update, new master file yang sekarang akan menjadi old master file. Menjadi banyaknya master file inilah yang disebut sebagai Generation File. File yang mempunyai nama yang sama, tetapi berbeda nomor generasinya. Jika old master sekarang merupakan generasi 1, maka new master berikutnya merupakan generasi 2, new master pada next cycle menjadi generasi 3, dan seterusnya.

Ada 3 jenis update yang akan dapat dilaksanakan pada master file :

1)      Insert a new record

2)    Delete an existing record

3)    Modify an existing record

MENANGANI KESALAHAN

Dalam pelaksanaan update, dapat ditemukan beberapa kesalahan seperti :

*Insert a record that already exists

*Delete a record that does not exist

*Modify a record that does not exist

Refrensi :

http://www.google.com

http://www.staffsite.gunadarma.ac.id

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: